Friday, August 30, 2013

Sejarah Maskot Manchester United


Di Premier League, jamak jika sebuah klub mempunyai maskot. Bentuknya kadang aneh, disesuaikan dengan julukan klub. Fenomena ini kembali marak pada dekade ’90-an dengan orientasi bisnis yang kental. Salah satunya adalah upaya pihak klub merangkul semua tingkatan umur untuk menjadi penggemar mereka.

Maskot Manchester United pada era ini dikenal dengan nama Fred The Red – perwujudan dari julukan United, Red Devils. Maskot ini tampil di sela-sela pertandingan seperti waktu istirahat. Fred The Red pun erat kaitannya dengan bisnis dan keuntungan. Padahal, dulu, maskot hanyalah sosok yang dianggap membawa keberuntungan. Berikut maskot-maskot yang pernah mengisi perjalanan panjang Setan Merah selama lebih dari satu abad.


The Saint Bernard (1902-1905/1906)
Percaya atau tidak, nama Manchester United pada awalnya dihubungkan dengan seekor anjing berjenis St. Bernard. Bisa jadi, tanpa “pertolongan” anjing milik kapten tim Heathens, Harry Stafford, tak akan pernah ada klub bernama Manchester United. Ujung-ujungnya warna kostum pun nama stadion dipengaruhi oleh kehadirannya.

Dalam pertandingan yang dimainkan United setelah selamat dari krisis keuangan, anjing ini selalu setia mendampingi tim. Keberadaan anjing ini di pinggir lapangan dianggap bisa membawa berkah dan memberi kemenangan bagi Red Devils.

Billy the Goat (1905/1906-1909)
Binatang memang paling dominan menjadi maskot. Usai era anjing St. Bernard, MU memilih binatang baru yang dijadikan maskot di semua pertandingan yang mereka mainkan. Dia adalah seekor kambing bernama Billy. Kebetulan kambing ini juga dimiliki oleh kapten MU saat itu, Charlie Roberts. Seperti halnya maskot sebelumnya, Billy pun selalu hadir di pinggir lapangan saat MU bertanding. Entah kenapa, kehadiran Billy bisa membangkitkan semangat tempur seluruh skuad MU.


(gambar ilustrasi)

 Sayang, Billy memiliki kebiasaan buruk. Dia doyan minuman keras. Kegembiraan saat meraih Piala FA untuk pertama kalinya bagi MU tahun 1909 berakhir dengan tragis. Billy yang menjadi bagian dari tim ikut berpesta malam itu. Dia terlalu banyak minum champagne. Alhasil, riwayatnya sebagai maskot Setan Merah pun harus berakhir.


“Happy” Thorne, the One-Legged Wonder (akhir ’30-an dan akhir ’40-an)
Makot kali ini agak berbeda. Bukan binatang, tapi sosok manusia yang kondisi fisiknya tidak lengkap. William “Hoppy” Thorne kehilangan salah satu kakinya saat membela Inggris di Perang Dunia I. Dengan kondidi seperti itu Hoppy masih bisa diterima bekerja di Old Trafford. Tugasnya, membersihkan stadion usai pertandingan atau bertugas di papan skor saat tim cadangan bermain.

Kebiasaan aneh sebelum MU bertanding yang membuatnya terkenal dan dianggap sebagai maskot kala itu. Sepuluh menit sebelum kick-off, Hoppy melakukan ritual dengan meloncati pagar pembatas, lalu melompat-lompat mengelilingi Old Trafford. Jika Hoppy sedang menggunakan kaki palsu, aksi melompatnya akan diganti dengan berlari.

Fred the Red (1994-sekarang)
Di awal era Premier League, MU menghidupkan kembali maskot mereka. Julukan Red Devils yang sudah melekat sejak 1950-an dijadikan patokan untuk melahirkan sosok maskot baru. Lahirlah sosok setan lucu berwarna merah yang dinamai Fred the Red.



Hingga kini sosok Fred the Red masih abadi di Old Trafford. Sosoknya yang sama sekali tak menyeramkan membuat anak-anak menyukainya. Selain bisa disaksikan di Old Trafford, Fred the Red juga dibuatkan komik dan muncul di program acara MUTV.


sumber: Soccer edisi United, 2004

No comments:

Post a Comment