Wednesday, September 4, 2013

FILM : UNITED (2011) : MUNICH AIR CRASH


Tanggal Rilis : 24 April 2011

Jenis Film : Drama | History | Sport

Director: James Strong

Writer: Chris Chibnall

Stars: Dean Andrews, Kate Ashfield and Natalie Burt




Ringkasan Cerita FILM UNITED (2011) :
United adalah film berdasarkan kisah nyata legenda manchester United “Busby Babes”, film yang mengulas bagaimana keluarga korban serta anggota tim MU yang selamat menceritakan kisah inspiratif dari tim dan komunitas MU mengatasi masalah atas tragedi kecelakaan pesawat 1958 di Munich yang mengerikan.




Tragedi München 1958




Tragedi München 1958 terjadi di Bandar Udara Munich-Riem, München, Jerman pada tanggal 6 Februari 1958. Kecelakaan terjadi ketika British European Airways Penerbangan 609 jatuh pada usaha ketiganya untuk lepas landas dari kubangan lumpur yang menyelimuti landasan. Di dalam pesawat terdapat para pemain Manchester United yang bersinar kala itu , dijuluki “Busby Babes”, bersama dengan sejumlah pendukung dan wartawan. 20 dari 44 orang di pesawat tewas dalam kecelakaan. Yang terluka, beberapa di antaranya sudah tak sadarkan diri, dibawa ke Rumah Sakit Rechts der Isar di Munich di mana 3 orang meninggal, sehingga yang selamat hanya 21 orang.

Mengenang Munich Air Disaster 1958

Tragedi Muenchen 1958 terjadi di bandar udara Munich-Riem, München, Jerman pada tanggal 6 Februari 1958. Kecelakaan terjadi ketika British European Airways Penerbangan 609 jatuh pada usaha ketiganya untuk lepas landas dari kubangan lumpur yang menyelimuti landasan.




Di dalam pesawat terdapat para pemain Manchester United yang bersinar kala itu , dijuluki “Busby Babes”, bersama dengan sejumlah pendukung dan wartawan. 20 dari 44 orang di pesawat tewas dalam kecelakaan.

Yang terluka, beberapa di antaranya sudah tak sadarkan diri, dibawa ke Rumah Sakit Rechts der Isar di Munich di mana 3 orang meninggal, sehingga yang selamat hanya 21 orang.
kejadian

Tim dalam perjalanan kembali dari sebuah pertandingan Piala Eropa 1957-1958 di Belgrade , Yugoslavia , melawan Red Star Belgrade , tetapi harus berhenti di Munich untuk mengisi bahan bakar, sebagai akibat dari perjalanan non-stop Belgrade ke Manchester, yang di luar batas kemampuan jangkauan pesawat sekelas Airspeed Ambassador.

Setelah mengisi bahan bakar, sang pilot, Kapten James Thain dan kopilot Kenneth Rayment, mencoba lepas landas maksimal dua kali, tetapi harus membatalkan kedua upaya tersebut karena gangguan di mesin.

Takut bahwa mereka akan terlambat jadwal, Kapten Thain menolak menginap di Munich dan memilih melakukan upaya lepas landas untuk ketiga kalinya. Pada saat upaya ketiga, mulai turun salju, menyebabkan lapisan lumpur di ujung landasan.

Ketika pesawat menyentuh lumpur, pesawat kehilangan kecepatan, membuat pesawat tidak dapat lepas landas. Pesawat menabrak pagar dan melewati ujung landasan, sebelum sayap pesawat membentur rumah terdekat sehingga sobek.

Khawatir bahwa pesawat akan meledak, Kapten Thain menyuruh para penumpang yang selamat pergi menjauh sejauh mungkin.

Meskipun demikian, kiper Manchester United Harry Gregg tetap di dekat bangkai pesawat untuk menarik korban yang selamat dari reruntuhan pesawat.

Kiper United itu tampil sebagai pahlawan. Setelah berhasil keluar dengan menendang jendela Gregg kembali masuk kedalam untuk menyelamatkan teman2nya. Sosok pertama yang ditemukan adalah Bert Whalley, salah satu staff pelatih Setan Merah, terbujur kaku dan telah menghembuskan nafasnya.




Tanpa mempedulikan bahaya yang setiap saat dapat merenggut jiwanya, Gregg terun mencoba menemukan korban2 lain, tubuh Bobby Charlton dan Dennis Viollet tergeletak tidak jauh dari mayat Whalley, masih bernafas, dengan sekuat tenaga ditariknya tali pinggang keduanya.

“Aku mencoba utk menemukan temanku, Blanchy ( Jackie Blanchflower ) ternyata dia masih hidup, namun kondisinya sangat parah, lengan nya nyaris putus, disebelahnya tergeletak kapten Tim Roger Byrne sudah tak bernyawa,” tutur Gregg.

Beberapa saat setelah kejadian itu aku berteriak minta tolong, saat itulah Charlton dan Viollet tiba2 berdiri disampingku.Matt Busby aku temukan terbaring diluar pesawat dengan kaki terluka parah.

Pasca kejadian

Sebuah penyelidikan oleh pihak berwenang bandara Jerman Barat awalnya menyalahkan Kapten Thain untuk kecelakaan tersebut, mengklaim bahwa dia telah gagal untuk menghilangkan es yang membeku pada sayap pesawat, yang dianggap sebagai penyebab kecelakaan, meskipun pernyataan yang bertentangan muncul dari para saksi mata.




Kemudian ditetapkan bahwa kecelakaan itu, pada kenyataannya, disebabkan oleh kubangan lumpur campur salju di landasan pacu, yang mengakibatkan pesawat yang tidak mampu mencapai kecepatan minimum untuk lepas landas.

Nama Thain akhirnya menghilang pada tahun 1968, sepuluh tahun setelah kejadian.
para korban tewas.




-kru pesawat

> Kaptain Kenneth “Ken” Rayment, kopilot (selamat dari kejadian tetapi mengalami cedera parah dan meninggal tiga minggu setelahnya di rumah sakit setelah mengalami gegar otak)

> Tom Cable, pramugara

-penumpang

*pemain Manchester United

-Geoff Bent
-Roger Byrne
-Eddie Colman
-Duncan Edwards (selamat dari
kecelakaan, tapi meninggal 15
hari kemudian)
-Mark Jones
-David Pegg
-Tommy Taylor
-Liam “Billy”Whelan

*para staf Manchester United

-Walter Crickmer, sekretari klub Tom Curry, trainer
-Bert Whalley, kepala pelatih

*wartawan dan jurnalis

-Alf Clarke, Manchester Evening Chronicle
-Donny Davies, Manchester Guardian
-George Follows, Daily Herald
-Tom Jackson, Manchester Evening News
-Archie Ledbrooke, Daily Mirror
-Henry Rose, Daily Express
-Frank Swift, News of the World (juga mantan kiper Inggris dan Manchester City ; meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit)
-Eric Thompson, Daily Mail

Penumpang lain
-Bela Miklos, agen perjalanan
-Willie Satinoff, supporter, dan teman dekat Matt busby.

Wali Allah dipulau Bali

Ternyata wali Allah juga ada di pulau Bali, saya kira cuma ada di pulau Jawa saja yaitu wali songo (wali 9), hehehehehe...

Syiar Islam di Bali memiliki cerita tersendiri. Meski banyak referensi tentang penyebaran agama Islam di pulau mayoritas pemeluk Hindu itu, namun sedikit sekali yang pernah mendengar kisah Wali Pitu.
Ya, jika di Pulau Jawa terkenal dengan Wali Songo, maka di Bali ada pula mereka yang disebut sebagai Wali Allah. Jumlah mereka tujuh orang, sehingga disebut Wali Pitu. Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Denpasar, Mustofa Al Amin menuturkan, nama Wali Pitu merupakan hasil penelitian dari Habib Toyib Zein Assegaf.

"Beliau mendapat isyarat secara kesufian, tentang adanya ketujuh orang penyiar Islam di Bali ini. Berdasarkan isyarat kesufian itu, beliau melakukan penelitian lapangan, dan fakta membuktikan isyarat itu benar adanya. Itulah yang dikenal dengan istilah Wali Pitu," terang Mustofa kepada VIVAnews.com.

Meski fakta membenarkan keberadaan Wali Pitu, namun penetapan nama itu sendiri bukan berdasarkan kesepakatan umat muslim Bali. Kendati begitu, bukan berarti kiprah Wali Pitu tidak diakui dalam konteks syiar Islam di Bali.
"Validitasnya tidak bisa menyamai Wali Songo, karena kiprah mereka dari cerita ke cerita, bahwa Wali Pitu memiliki pengaruh dan karomah yang sangat penting bagi perkembangan Islam di Bali," ulasnya.

"Artinya tidak salah jika umat muslim menjadikan Wali Pitu sebagai panutan. Hanya saja, bagi para peziarah makam Wali Pitu ini tetap tidak boleh menyimpang dari syariah."

MUI sendiri tidak mempermasalahkan keberadaan Wali Pitu ini. Masyarakat menerima atau tidak keberadaan mereka, imbuhnya, itu merupakan keyakinan masing-masing. Sebab, Wali Pitu memiliki peranan masing-masing kepada masyarakat di zamannya, sembari melakukan syiar Islam. "Bagi kami Wali Pitu itu tidak ada masalah," tegasnya.

Ia melanjutkan, MUI Denpasar mengapresiasi upaya penelitian dan hasilnya tentu yang berkaitan dengan sejarah perkembangan umat Islam di Bali termasuk para tokoh, seperti Wali Pitu, yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan tersebut.

Penelitian dan kajian lebih lanjut, sangat penting dan mendesak sifatnya untuk segera dilakukan. "Wali Pitu ini hendaknya menggugah umat Islam Bali khususnya dan Nusantara pada umumnya untuk meningkatkan semangat mereka berdakwah dengan cara dan pendekatan yang moderat, toleran dan damai, di samping berpihak pada kebenaran dan kejujuran, keuletan dan keberanian, serta keadilan dan ketulusan seperti diperankan tokoh-tokoh tersebut," ajaknya.

"Mereka juga harus lebih memahami kesejarahan mereka di Bali yang memiliki keunikan dan kekhasan."

Berikut mereka yang disebut Wali Pitu:
1. Habib Ali Bin Umar Bafaqih
2. Habib Ali Bin Abu Bakar Bin Umar Bin Abu Bakar Al Khamid
3. Syeh Maulana yusuf Al Magribi
4. Habib Ali Bin Zaenal Abidin Al Idrus
5. Raden ayu siti khotijah
6. Habib Umar Maulana Yusuf

7. Syeh Abdul Qodir Muhammad

1. Habib Ali Bin Umar Bafaqih



















2. Habib Ali Bin Abu Bakar Bin Umar Bin Abu Bakar Al Khamid

























3. Syeh Maulana yusuf Al Magribi



















4. Habib Ali Bin Zaenal Abidin Al Idrus



















5. Raden ayu siti khotijah



















6. Habib Umar Maulana Yusuf
(maaf gambar masih dalam perbaikan)



7. Syeh Abdul Qodir Muhammad